Jumat, 31 Januari 2020

Bingung memilih Bata Ringan atau Bata Merah??? Mari Simak penjelasan berikut!!


Bingung memilih Bata Ringan atau Bata Merah??? - Bata Konvensional terbuat dari tanah liat yang digunakan sebagai komponen penting dalam suatu bangunan, yang dicetak dengan ukuran 24x12x6 cm setelah itu bata ini akan dikeringkan dibawah sinar matahari. setelah melewati proses tersebut, bata Merah akan dibakar dalam tungku untuk menghasilkan bata yang kuat dan tahan lama. Sedangkan Bata Ringan itu sendiri adalah Material penganti Bata Merah dan Batoko yang diproduksi secara modern dengan mengguakan bahan pasir silika yang dicampur dengan zat foam yang dapat menghasilkan bata ringan menjadi berongga dan ringan dengan Tujuan untuk memperingan beban struktur dari sebuah bangunan Konstruksi, mempercepat pelaksanaan, serta meminimalisir sisa material pada saat proses pemasangan dinding berlangsung. 



Setelah membaca artikel diatas tentunya Anda akan berfikir, Apakah Bagus Bata Ringan atau Bata Merah? Mari kita simak Perbandingan dari kedua bata tersebut, diantaranya :



Bata Merah


*Bobot Bata Merah lebih berat, sehingga
akan membebani Struktur Plat dan Balok
*Buatan Home Industri dengan alat
yang sederhana
*Tekstur kasar dan kurang presisi
*Ukuran lebih kecil, sehingga Proses 
pemasangannya akan lama
*Spesi antara bata menggunakan adukan
konvensional yang cukup tebal. sehingga 
hasil pemasangannya kurang Rapi.

Spesifikasi :
*Berat Jenis Kering : 1500 Kg/m3
*Berat Jenis Normal : 2000 Kg/m3
*Kuat Tekan : 2.5 - 25 N/mm2
*Konduktifitas Termis : 0.380 W/mK
*Tebal Spesi : 20-30 mm
*Ketahanan terhadap Api : 2 Jam
*Jumlah Per M2 : 70 - 72 buah
dengan Contruction Waste
 Bata Ringan
*Bobot Bata Ringan Lebih Ringan, sehingga
Tidak akan membebani Struktur Plat dan Balok
*Buatan pabrik menggunakan Mesin
*Tekstur lebih halus dan persisi
*Ukuran lebih besar, sehingga waktu pemasangan
lebih cepat
*Spesi antara bata menggunakan Mortar Thin Bed
Adhesive yang tipis, sehingga hasil
pemasangannya terlihat lebih Rapi.


Spesifikasi :
*Berat Jenis Kering : 520 Kg/m3
*Berat Jenis Normal : 650 Kg/m3
*Kuat Tekan : 4.0 N/mm2
*Konduktifitas Termis : 0.14 W/mK
*Tebal Spesi : 3 mm
*Ketahanan terhadap Api : 4 Jam
*Jumlah Per M2 : 22 - 26 buah
Tanpa Construction Waste




"Tertarik Menggunakan Bata Ringan Sebagai Dinding bangunan Anda dengan Kualitas Terjamin???"




Info Pemesanan

MEGATruss Global


Kontak


085334439900 / 085655400004

Phone & Fax : 0341 - 754253

Email : megatrussglobal@yahoo.com



Jl. Mayjend Sungkono 88 depan Gor Ken Arok Buring Kota Malang


Jam Operasional

08.00 - 16.00

Hari Minggu & Tanggal Merah Libur
                                                 (Silahkan Tinggal Pesan Di WhatsApp)

Selasa, 15 November 2016

Harga Beton ringan





Price List  BATA RINGAN / BETON RINGAN dan  Mortar area  
NoUkuranSatuanHarga / M3 – Zak
1AAC Block Bataringan 60 x 20 x  t
( Ukuran 7,5 / 10 / 12,5 / 20 cm )
M3Rp.        620.000,-
2Panel Lantai R4.4  dan  Ukuan s/d 3.1  m
( Sebagai pengganti cor beton )
M3Rp.     2.750.000,-
4Thin Bed Mortar
( Untuk Pasangan bata ringan / Hebel )
40 kgRp.       90.000,-
    
5PM  – Brick Mortar
( Bahan pasangan bata / plesteran  bataringan )
50 kgRp .     65.500,-
6PM – Acian  Mortar
( Bahan untuk acian )
40 kgRp.       85.000,-
7PM 300 – Skim Coat
( Bahan Untuk Acian  Beton )
40 kgRp.       130.000,-

Harga update: 
Ketentuan :
  1. Sistem Pembayaran Cash Before Delivery, Tanpa di sertai surat jalan asli
  2. Harga diatas belum termasuk Ppn 10 %
  3. Harga dapat berubah sewaktu – waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu
  4. Franco diatas truk / kendaraan
  5. Khusus untuk daerah bebas truk dikenakan biaya tambahan kawalan Rp. ………../ truk
  6. Pengiriman diluar kota di kenakan Ongkos kirim biaya tambahan Rp. ………/M3 ( menyusul )
  7. Barang yang sudah di beli tidak dapat di kembalikan
Promo Klik disini….

Beton Ringan Adalah


Beton ringan adalah beton yang memiliki berat jenis (density) lebih ringan daripada beton pada umumnya. Beton ringan bisa disebut sebagai beton ringan aerasi (Aerated Lightweight Concrete/ALC) atau sering disebut juga (Autoclaved Aerated Concrete/ AAC) yang mempunyai bahan baku utama terdiri dari pasir silika, kapur, semen, air, ditambah dengan suatu bahan pengembang yang kemudian dirawat dengan tekanan uap air. Tidak seperti beton biasa, berat beton ringan dapat diatur sesuai kebutuhan. Pada umumnya berat beton ringan berkisar antara 600 – 1600 kg/m3.

Sejarah Beton Ringan

Teknologi material bahan bangunan berkembang terus, salah satunya beton ringan aerasi (Aerated Lightweight Concrete/ALC) atau sering disebut juga (Autoclaved Aerated Concrete/ AAC). Sebutan lainnya Autoclaved Concrete, Cellular Concrete (semen dengan cairan kimia penghasil gelembung udara ), Porous Concrete, dan di Inggris disebut Aircrete and Thermalite.
Beton ringan AAC ini pertama kali dikembangkan di Swedia pada tahun 1923 sebagai alternatif material bangunan untuk mengurangi penggundulan hutan. Beton ringan AAC ini kemudian dikembangkan lagi oleh Joseph Hebel di Jerman Barat di tahun 1943.
Dia memutuskan untuk mengembangkan sistem bangunan yang lebih baik dengan biaya yang lebih ekonomis. Inovasi-inovasi brilian yang dilakukannya, seperti proses pemotongan dengan menggunakan kawat, membuka kemungkinan-kemungkinan baru bagi perkembangan produk ini.
Hasilnya, beton ringan aerasi ini dianggap sempurna, termasuk material bangunan yang ramah lingkungan, karena dibuat dari sumber daya alam yang berlimpah. Sifatnya kuat, tahan lama, mudah dibentuk, efisien, dan berdaya guna tinggi.