Selasa, 15 November 2016

Harga Beton ringan





Price List  BATA RINGAN / BETON RINGAN dan  Mortar area  
NoUkuranSatuanHarga / M3 – Zak
1AAC Block Bataringan 60 x 20 x  t
( Ukuran 7,5 / 10 / 12,5 / 20 cm )
M3Rp.        620.000,-
2Panel Lantai R4.4  dan  Ukuan s/d 3.1  m
( Sebagai pengganti cor beton )
M3Rp.     2.750.000,-
4Thin Bed Mortar
( Untuk Pasangan bata ringan / Hebel )
40 kgRp.       90.000,-
    
5PM  – Brick Mortar
( Bahan pasangan bata / plesteran  bataringan )
50 kgRp .     65.500,-
6PM – Acian  Mortar
( Bahan untuk acian )
40 kgRp.       85.000,-
7PM 300 – Skim Coat
( Bahan Untuk Acian  Beton )
40 kgRp.       130.000,-

Harga update: 
Ketentuan :
  1. Sistem Pembayaran Cash Before Delivery, Tanpa di sertai surat jalan asli
  2. Harga diatas belum termasuk Ppn 10 %
  3. Harga dapat berubah sewaktu – waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu
  4. Franco diatas truk / kendaraan
  5. Khusus untuk daerah bebas truk dikenakan biaya tambahan kawalan Rp. ………../ truk
  6. Pengiriman diluar kota di kenakan Ongkos kirim biaya tambahan Rp. ………/M3 ( menyusul )
  7. Barang yang sudah di beli tidak dapat di kembalikan
Promo Klik disini….

Beton Ringan Adalah


Beton ringan adalah beton yang memiliki berat jenis (density) lebih ringan daripada beton pada umumnya. Beton ringan bisa disebut sebagai beton ringan aerasi (Aerated Lightweight Concrete/ALC) atau sering disebut juga (Autoclaved Aerated Concrete/ AAC) yang mempunyai bahan baku utama terdiri dari pasir silika, kapur, semen, air, ditambah dengan suatu bahan pengembang yang kemudian dirawat dengan tekanan uap air. Tidak seperti beton biasa, berat beton ringan dapat diatur sesuai kebutuhan. Pada umumnya berat beton ringan berkisar antara 600 – 1600 kg/m3.

Sejarah Beton Ringan

Teknologi material bahan bangunan berkembang terus, salah satunya beton ringan aerasi (Aerated Lightweight Concrete/ALC) atau sering disebut juga (Autoclaved Aerated Concrete/ AAC). Sebutan lainnya Autoclaved Concrete, Cellular Concrete (semen dengan cairan kimia penghasil gelembung udara ), Porous Concrete, dan di Inggris disebut Aircrete and Thermalite.
Beton ringan AAC ini pertama kali dikembangkan di Swedia pada tahun 1923 sebagai alternatif material bangunan untuk mengurangi penggundulan hutan. Beton ringan AAC ini kemudian dikembangkan lagi oleh Joseph Hebel di Jerman Barat di tahun 1943.
Dia memutuskan untuk mengembangkan sistem bangunan yang lebih baik dengan biaya yang lebih ekonomis. Inovasi-inovasi brilian yang dilakukannya, seperti proses pemotongan dengan menggunakan kawat, membuka kemungkinan-kemungkinan baru bagi perkembangan produk ini.
Hasilnya, beton ringan aerasi ini dianggap sempurna, termasuk material bangunan yang ramah lingkungan, karena dibuat dari sumber daya alam yang berlimpah. Sifatnya kuat, tahan lama, mudah dibentuk, efisien, dan berdaya guna tinggi.